Category Archives: Artikel

Kutipan

Apapun Yang Terjadi, Jangan “Mundur”

Pertama, mereka mengabaikan anda. Kemudian, mereka tertawa pada anda. Berikutnya, mereka melawan anda. Lalu, anda menang —Mahatma Gandhi

My Photo (22)

Foto Nuken di pasir /MW

WAMENA’ (KW) – Apapun yang terjadi, jangan pernah mundur. Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika rencana besar pasti dikelilingi tantangan. Jangan sekalipun melangkah mundur. Melangkah mundur berarti anda kalah dan gagal.

Yakinlah dan majulah karena itulah sifat pemenang. Pemenang tak pernah mundur dari medan perang walaupun lawannya mustahil untuk dikalahkan.

Simpanlah kata kata motivasi untuk diri sendiri dan bertekadlah untuk maju!

Iklan
Kutipan

Pejuang Papua Merdeka dan Musuh Yang Melawannya

Oleh: Nipson Murib

pejuang-papua-merdeka-dan-musuh-yang-melawannya-copy

Gambar Ilustrasi Revolusi Mental Papua “Pejuang Papua Merdeka dan Musuh Yang Melawannya”

Sebelum membahas lebih dalam dari topik di atas ada beberapa pertanyaan yaitu:

1. Siapakah Pejuang Papua Merdeka atau OPM?

Yang jelas bahwa pejuang Papua merdeka atau OPM  adalah orang Papua yang memperjuangkan Hak- hak dasar orang Papua untuk membebaskan rayakyatnya  dari penindasan, diskrminasi, pengusuran yang dilakukan oleh kolonial, Militer, dan Imperealis.

Baca lebih lanjut

Perempuan Papua dalam Pagar : Patriarki & Kapitalis

perempuan-papua-dan-pagar-balobe-kaka-jeri

Foto Jerry

“Menerima ketertindasan bukan untuk diam, tapi untuk dilawan. Karena mengembalikan hak dasar perempuan Papua bukan tentang makan minum tapi soal Identitas!“

KABARWEKO – Perempuan Papua didefinisikan dengan banyak karakteristik. Ada yang melihat dari segi fisik yang keras, pertahanan hidup bahkan perilaku dan interaksi dengan masyarakat. Perempuan Papua hari ini sudah jauh dari ketertinggalan-ketertinggalan dahulu yang dibuat oleh para penguasa negara yang seakan menyikirkan keberadaan mereka.

Baca lebih lanjut

Oktovianus Pogau, Dari Nabire sampai Washington DC

10842128_10205805044239180_2874594503402137679_o1-400x400

Alm: Oktovianus Pogau, Pendiri Suara Papua , Jurnalis yang cerdas dan kritis. Dia meninggal pada 31 Januari 2016. (Dok Suara Papua)

Oleh : Ruth Ogetay

KABARWEKO – Pertama kali saya ketemu Oktovianus Pogau, Juli 2009 di sebuah  pertemuan kecil para aktivis Papua di daerah Kalibobo, Nabire. Saya  sedang  liburan kuliah  dari Yogyakarta dan diajak seorang  sepupu buat dengar sebuah diskusi. Okto remaja 17 tahun, kesannya  cerdas. Dia  pakai baju  biru dan celana jeans.

Baca lebih lanjut

5 Hal ini yang Membuat Anak Mudah Papua Sulit Bersaing di Indonesia

artikel

Kami percaya tidak ada manusia yang bodok, yang ada hanya manusia malas. Dan tidak ada pernah mendapat kesempatan. Disinilah meja politik

KABARWEKO – Percaya atau tidak generasi Papua saat ini hidup dalam situasi yang terobang-abing oleh badai politik yang menyerang Papua dari segala sisi. Situasi itu membuat mereka terus terpuruk dalam tekanan yang selanjutnya turut membunuh mental dan jiwa bersaingnya untuk maju dan menentukan masa depan yang layak.

Baca lebih lanjut

Penindasan Terhadap Perempuan Mee Pago dalam Perspektif suku Mee

perempuan-mee

Perempuan muda Mee dengan busana adat suku Mee dalam festival Budaya yang diselenggaran di SMA Adhi Luhur. Festival ini diselenggarakan sekali dalam dua tahun. (Filemon Keiya – SP)

Oleh: Kelompok Belajar Perempuan Papua Yogyakarta

JOGYA, (KW) – Kelompok Belajar Perempuan Papua Yogyakarta telah melakukan diskusi seri ke III tentang penindasan terhadap perempuan Mee Pago dalam prespektif suku Mee. Diskusi ini dilakukan pada tanggal 16 september 2016 yang dimulai pukul 19.00 WIB sampai selesai. Ia dihadiri oleh kurang lebih 25 orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki.  Dorlince Iwoyau sebagai pemantik diskusi. Beliau memaparkan sejarah atau budaya suku Mee yang ditulis oleh Mikael Tekege . Dalam pemaparan materi diskusi, pematik juga menyelipkan bentuk-bentuk ketidakadilan terhadap perempuan. Praktek ketidakadilan ini dilegitimasi atas nama adat. Diskusi menjadi hangat setelah menyaksikan Film pendek yang berjudul ‘Perempuan Papua Menuju hari Esok’ .

Film Perempuan Menuju Hari Esok

Film ini menceritakan Perjungan mama-mama suku Mee, khususnya di kabupaten Paniai . Mereka sebagai tulang punggung rumah tangga. Di mana, seorang ibu bangun pagi ke kebun, pulang dari kebun masak, setelah masak harus mencari kayu bakar. Selain itu, beliau juga harus berjualan untuk mendapat uang sampingan sehingga dapat menunjang kehidupan keluarganya.

Film tersebut juga menggambarkan , sosok laki-laki Mee sekarang yang memilih untuk tinggal diam di rumah, suka jalan-jalan. Dan dia belum mengambil peran aktif sebagai sosok yang harus menafkahi keluarga.

Diskusi menjadi hangat ketika beberapa kawan putri yang menyoroti permasalahan yang dihadapi mama-mama Mee dan sosok laki-laki zaman sekarang yang gagal menjalankan peran. Berulang kali dikatakan “laki-laki hanya tau bikin anak, tidak tau bekerja di kebun, tidak bisa cari kayu bakar, dia hanya tau buat proposal. Setelah dapat uang tidak tau uangnya dikemanakan. Entahlah, uang tersebut untuk mace paha putih dong ka? Atau bir di toko habis ka?, uang di hotel bintang berapa atau hotel melati apa? hanya dong sendiri yang tau”.

Maria Baru menjelaskan tentang bergesernya tanggung jawab seorang laki-laki Papua yang zaman dulu hingga sekarang. Dia menjelaskan secara singkat bahwa, dahulu kita (orang Papua) berada pada jaman komunal. Di mana zaman itu, banyak orang Papua belum mengenal perbedaan kelas antara laki-laki dan perempuan, jadi semua pekerjaan dilakukan bersama.

Namun berkembangnya zaman, ketika pemerintah masuk di tanah Papua, orang non Papua masuk, banyak pemekaran-pemekaran kabupaten baru, memengaruhi pergeseran tanggung jawab seorang laki-laki Papua yang sejatinya menjadi tulang punggung keluarga.

Dalam film perempuan Papua menuju hari esok,  juga mengangkat bagimana para mama dari Paniai diberi uang dana respek Rp. 15 juta rupiah.

Dana tersebut digunakan oleh mama untuk modal usaha dan simpan pinjam.  Dalam film tersebut juga, menceritakan kondisi pendidikan di Paniai. Banyak anak murid , tetapi anak murid ini harus menerima pelajaran dalam kondisi gedung yang tidak layak, seperti fasilitas gedung kelas tidak memadai. Bentuk gendung selayaknya gubuk-gubuk di kebun. Minimnya tenaga didik sehingga seorang guru harus mengajar dari kelas satu SD sampai kelas enam SD.

Marginalisasi Terharap Perempuan

Marginalisasi terhadap perempuan di Papua, secara khusus di wilayah paniai dalam hal pendidikan,  apalagi pendidikan adat.

Masyarakat suku Mee dulunya masih menganut pendidikan lisan melalui dekonstruksi bahasa. Dimana anak-anak mereka diajarkan secara lisan, namun terpisah antara perempuan dan laki-laki. Anak laki-laki diajarkan oleh ayahnya tentang cara memburuh, membuat pagar, anak panah, perang, dan cara memutuskan sesuatu dalam keluarga dan masyarakat. Sementara perempuan diarahkan dalam cara memelihara ternak, bercocok tanam, memasak, merawat dan membesarkan anak. Jadi perempuan itu diarahkan dalam urusan dosmetik , sedangkan pengambilan keputusan adalah di tangan seorang pria.

Seiring berjalannya waktu, pendidikan formal datang dengan kurikulum yang berbeda dengan budaya masyarakat setempat, hal ini membuat mereka merasa terbelakang. Dalam artian, masyarakat yang masih hidup dalam pendidikan lisan tidak dapat memahami pendidikan formal yang datang begitu saja tanpa mengetahui dahulu perkembangan pendidikan setempat. Dalam masa-masa ini juga, masyarakat suku Mee, khususnya perempuan masih termarginalisasi dalam hal pendidikan. Perempuan masih dianggap sebagai sumber uang untuk laki-laki bersekolah.

Sisi Skonomi

Masyarakat suku Mee disebut sebagai masyarakat agraria, masyarakat yang hidup dengan bertani dan berternak. Oleh sebab itu sebagian besar masyarakatnya memeliahara ternak seperti babi dan hewan ternak lainnya. Ternak babi sendiri mempunyai nilai ekonomi dan sosial yang dapat mengangkat martabat seseorang laki-laki, jika mempunyai babi yang banyak. Maka seorang perempuan Mee/istri , diharuskan untuk memelihara babi agar memperkaya laki-lakinya. Ini tentu saja terjadi diskriminasi pada perempuan apalagi masih banyak aktivitas yang domestik yang dilakukan perempuan selain memelihara babi . Pendiskriminasi itu kita bisa lihat dari seorang perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Ia bertugas di dalam dan luar rumah utuk mempertahankan kehidupannya sendiri maupun anak dan suaminya.

Kesehatan

Diskriminasi dalam pembagian kerja dalam kehidupan sehari-hari juga mengganggu kesehatan kaum perempuan suku Mee.  Perempuan yang sudah memiliki suami atau sering disapa Mama-mama, harus bekerja tiga kali lipat dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari. Hal yang memprihatinkan adalah ketika perempuan tersebut memiliki bayi dan beberapa orang anak. Mereka harus memenuhi kebutuhan semua anaknya juga menyusui bayinya. Padahal kenyataannya asupan gizi seperti untuk ibu dan stamina tidak memungkinkan hal ini berjalan dengan baik.

Namun inilah bentuk perjuangan tanpa batas untuk melampaui batas-batas pemikiran sebagai idealnya perempuan Mee. Namun sebenarnya jika tidak diperhatikan dengan baik kondisi kesehatan Mama, maka anak juga rentan terserang penyakit Flu, diare , dan beberapa penyakit lainnya.

Tantangan terbesar lainnya yang dialami oleh Mama-mama bahkan perempuan suku Mee hingga hari ini adalah adalah  Penyakit HIV/AIDS.  Penyakit ini tidak pernah dibayangkan dan dimengerti oleh masyarakat Mee pada umumnya. Namun akibat perubahan yang mengatasnamakan pembangunan dan aktivitas seksual yang tidak pada tempatnya membuat mama-mama dan perempuan menjadi korban.

Lingkungan hidup perempuan Mee sangat berkaitan dengan alam. Alam menjadi sumber kehidupan. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah perubahan sosial masyarakat hadir, yakni metode mengelola ternak.

Metode Mengelola Ternak

Pada film terekam masih ada ternak babi yang berkeliaran di jalan raya. Pada saat hewan tersebut mengeluarkan tinja di sembarang tempat dapat menjadi sumber penyakit akibat bakteri yang berkembang biak di dalamnya. Apalagi terlihat kebanyakan masyarakat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki.

Hal ini patut menjadi perhatian kita bersama. Masalah baru  di kemudian hari, jika babi yang dibiarkan tidak dikandangkan ini ditabrak oleh kendaraan. Karena sudah banyak pengguna kendaraan. Jika babi tertabrak hingga  ‘mati’  maka akan kena ‘denda’ atau ganti rugi ternak tersebut. Denda juga sering menimbulkan ketegangan antara pengguna kendaraan dengan peternak babi.

Permasalahan yang dialami oleh perempuan suku Mee sampai hari ini merupakan permasalahan yang dihadapi perempuan Papua di tempat yang berbeda. Masalah cultural,patriarki (kekuasaan kaum bapak) serta dampak –dampak sosial yang mengatasnamakan pembangunan menyudutkan atau memarginalisasi keberadaan perempuan Papua.

Solusi yang ditawarkan dalam diskusi ini adalah perempuan harus berani untuk meraih pendidikan secara formal setinggi –tingginya. Perempuan juga dituntut untuk lebih kritis dan jeli dalam mengenal bentuk-bentuk perilaku tidak adil padanya tanpa melupakan identitasnya sebagai perempuan Papua.

Perempuan Papua juga lebih aktif dalam kegiatan belajar informal untuk menambah kemampuan lain yang tidak diberikan di pendidikan non formal. Perempuan Papua juga dituntun harus bisa merangkul menjadi solusi atas ketidak adilan yang dialami semua perempuan di wilayah Papua. Dikutip dari film  “perempuan menuju hari esok”.

‘Peningkatan kapasitas kaum perempuan pada gilirannya akan meciptakan perkembangan hidup masyarakat Papua secara umum’

Penulis adalah Kelompok Belajar Perempuan Papua Yogyakarta. Artikel ini merupakan hasil diskusi Kelompok Belajar Perempuan Papua Yogyakarta di Yogyakarta.

Sumber: suarapapua.com

7 Manfaat Suami Menyusu Pada Istri Setiap Malam

manfaat-menyusui-1

KW – Informasi Menyus* pada  “Isteri” Setiap Malam ini ditujukan kepada kaum yang telah resmi menikah dan berkeluarga, dan sama sekali tidak mengajarkan hal-hal yang tidak baik untuk generasi muda penerus bangsa. Ambil sisi positif setiap point-pointnya. Berikut simak 5 Manfaatnya:

menyusui

1.Payu-dara yang sering dihisap, keseimbangan sistem kardiovaskular (jantung) kewanitaannya dapat terjaga. Apabila lelaki menghisap Payu-dara wanita dalam waktu yang lama, maka degupan jantung wanita meningkat sehingga 110 degupan/minit. Hal ini boleh menjadi latihan bagus bagi kesehatan jantung.

images2. Menghisap Payu-dara juga dapat membuatkan berat badan wanita lebih stabil, bahkan berkurang. Hal ini disebabkan, Payu-dara yang dihisap selama 3 minit dapat membakar lemak lebih kurang 12 kalori.

tips-kecantikan-alami-perempuan1

3. Ingin wajah lebih cantik dan menawan? Kalau begitu jangan risau untuk selalu dihisap Payu-dara nya. Dengan dihisap Payu-dara , maka lebih daripada 30 otot wajah wanita bergerak, sehingga berguna untuk meningkatkan aliran darah di kulit wajah, dan menghaluskan kulit.

6a8c57dd-6d0e-4f95-85d6-80d06766ada3_169

4.Selama ini menghisap Payu-dara dianggap sebagai perkara yang kurang sopan atau bunyinya seperti perkara jorok. Tapi pada kenyataanya menghisap Payu-dara dapat membuatkan wanita lebih awet muda, merupakan obat yang “merangsing” sistem kekebalan tubuh, kesannya adalah penghasilan antibodi yangg mampu melindungi dari virus dan penyakit. Proses ini disebut cross-imunoterapi.

ultimate-sex-guide-for-newlyweds-af

5. Ketika Payu-dara dihisap, biasanya nafas wanita jadi lebih cepat … Kebanyakannya ketika Payu-dara dihisap, wanita akan menyedut dan menghembus nafas 60 kali dalam satu minit. Padahal dalam keadaan normal hanya 20 kali tiap satu minit. Menyedut dan menghembus nafas akan mencegah berbagai gangguan penyakit pada paru-paru.

waktu-tidur-bagi-ibu-menyusui

6. Payu-dara yang dihisap lebih dari 5 minit akan membuatkan tubuh wanita lebih santai, dapat menghasilkan rantai kimiawi yang akan menghancurkan pelbagai hormon yang menjadi penyebab stress.

Screenshot_5

7. Dengan menghisap dan meremas payudara istri maka kita akan menghindarkan istri kita dari penyakit kanker payudara karena menurut dokter, payudara yang sering di pijit akan lebih sehat dibandingkan payudara yang di diamkan saja dan tidak diberi ruang untuk aliran darah mengalir. Berikut gejala gejalan kanker payudara.

gejala – gejala umum yang dapat dirasakan dari kanker payudara

  • Perubahan tekstur dari payudara atau putting susu
  • Perubahan penampilan dan bentuk dari payudara
  • Perubahan bentuk dan penampilan dari putting susu
  • Munculnya cairanbening atau darah dari putting susu
  • Terjadi pembengkakan pada bagian ketiak
  • Terdapat bagian yang kasar pada kulit
  • Rasa sakit yang terasa terus menerus pada bagian payudara dan bagian ketiak
  • Pembengkakan dan benjolan pada selaput payudara, terkadang keluar lewat putting susu
  • Puting susu mengeluarkan cairan
  • Pembengkakan pada bagian ketiak.

Dengan melakukan remasan pada bagian payudara, maka baik SUAMI dan juga ISTRI dapat merasakan apakah muncul suatu tanda – tanda kelainan pada bagian payudara. Apabila saling merasakan suatu prbedaan yang terasa signifikan, maka hal ini dapat menjadi salah satu tanda dan warning bagi kedua pasangan, dan juga dapat langsung memeriksakannya ke dokter kepercayaan anda. Manfaat susu diremas remas suami memang cukup ampuh untuk mendeteksi payudara dari kanker. (spicegung.com)