Presiden Jokowi Marah Besar,..Umat Islam Aceh Anarkis! Larang Kaum Kristen Beribadah

151019_id_aceh_gereja_620

JAKARTA, (KW) – Tak ada habis-habisnya persoalan pelarangan ibadah bagi umat Kristiani di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), tepatnya di Desa Siompin, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil.

Hari ini kita kembali dikejutkan dengan terjadinya aksi pelarangan beribadah oleh pemerintah setempat di Aceh Singkil terhadap umat Kristiani, walaupun konflik tidak sebesar ditahun-tahun sebelumnya (1979, 1995, 1998, 2001, 2006 dan 2015).
Konflik terbesar terakhir terjadi ditahun 2015, tepatnya pada bulan Oktober, saya menjadi salah satu utusan tim pencari fakta dari PP GMKI untuk mengunjungi daerah konflik di Aceh Singkil, saat itu terjadi pembakaran Gereja yang mengakibatkan 1 orang umat Kristen meninggal dunia, kemudian konflik ini memunculkan ketakutan dikalangan masyarakat yang mengakibatkan sebagian besar harus mengungsi kedaerah lain seperti ke Kabupaten Pakpak Bharat dan ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara demi menghindari pertikaian lebih lanjut antar masyarakat. Di tahun ini juga terjadi penutupan dan pembongkaran 10 unit Gereja, hal ini menyebabkan banyak masyarakat kehilangan hak untuk dapat melaksanakan ibadah di Gereja, adapun 13 Gereja yang disisakan sangat jauh dari jangkauan sebagian penduduk yang lain.
Yang boleh saya tangkap pada saat itu, alasan paling kuat bagi umat muslim dan pemerintah setempat untuk melarang umat Kristen mendirikan Gereja yaitu mengacu pada perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian 11 Juli 1979 melalui ikrar bersama oleh 8 ulama perwakilan umat Islam dan 8 pengurus Gereja perwakilan umat Kristen yang memuat salah satunya kesepakatan yang paling penting adalah tentang bangunan Gereja yang hanya boleh dibangun sebanyak 5 unit, 1 Gereja (bangunan utama) dan 4 undung-undung (bangunan kecil yang fungsinya sama seperti langgar atau mushollah bagi umat muslim). Sementara dari umat Kristen, sepertinya bangunan Gereja sudah menjadi kebutuhan penting dan mendesak untuk saat ini, karena jumlah penduduk beragama Kristen di Aceh Singkil yang semakin banyak yang berasal dari keturunan mereka yang sedari awal berdiam di Aceh Singkil dan memeluk agama Kristen.
Pelarangan Beribadah Kembali Terjadi
Menurut informasi dari VOAIndonesia.com, pada tanggal 2 Maret 2017 di Desa Siompin, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil kembali terjadi aksi pelarangan beribadah bagi umat Kristen oleh pemerintah setempat, kali ini bukan bangunan Gereja yang harus dibongkar, melainkan tenda yang digunakan sebagai tempat beribadah oleh penduduk desa dengan alasan tidak memiliki ijin.
Sungguh menjadi ironi, apakah di Aceh pemasangan tenda biru juga harus memiliki ijin?
Sebenarnya umat Kristen di desa tersebut hanya mengambil tempat diatas tanah setapak untuk mereka melakukan kewajiban beribadah bersama, bukan mendirikan bangunan besar dan megah, tetapi ternyata itupun dilarang.
Hal ini membuktikan bahwa pelarangan yang sebenarnya yang selama ini terjadi bukan karena ijin bangunan, akan tetapi pelarangan ini semakin jelas untuk melaksanakan ibadah. Inilah kenyataan yang terjadi di Aceh Singkil yang merupakan bagian dari republik yang menganut ideologi Pancasila dengan slogan Bhinneka Tunggal Ika.
Perlu dicatat, bahwa umat Kristen di Aceh Singkin adalah penduduk asli yang lahir dan besar disana dan bukan orang pendatang, adanya isu Kristenisasi di Aceh sangat santer disana, kami sendiri dari organisasi GMKI yang saat itu membuka Cabang di Kutacane pernah dijadikan sebagai berita bahwa sedang melakukan Kristenisasi, hal ini tidaklah adil bagi mahasiswa Kristen disana yang ingin dan mau belajar tentang ke Kristenan dan ke Indonesiaan.
Pujian Raja Salman Atas Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Sehari sebelumnya, Indonesia kedatangan seorang Raja dari Saudi Arabia yang terkenal sebagai Raja Penjaga 2 tanah suci umat Islam, yaitu Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yang secara otomatis mengundang kehebohan berbalut kebanggaan bagi seluruh penduduk Indonesia.
Pujiannya terhadap Indonesia tak berhenti pada Vlognya bersama Presiden Jokowi sewaktu santap siang di Istana, saat itu Raja Salmat mengatakan rakyat Indonesia adalah Rakyat yang mulia, berbeda sekali dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq dan para pengikutnya yang sering menyebut saudara sebangsanya umat Kristen dengan sebuatan dan teriakan “Kafir”.
Raja Salman, pada hari ke tiga di Indonesia (3/3/2017) tepat sehari setelah adanya aksi pelarangan ibadah di Aceh Singkil melakukan pertemuan di Istana Kepresiden Bogor dengan berbagai 28 orang tokoh lintas Agama yang ada di Indonesia, pada saat itu beliau menyampaikan pujiannya atas kerukunan umat beragama di Indonesia. Mungkin sebagian besar orang akan senang mendengar itu, tetapi mungkin tidak untuk umat Kristen di Aceh Singkil yang saat ini dilarang/tidak diberi ruang oleh pemerintah setempat beribadah kepada Tuhannya sekalipun itu mereka lakukan bersama di atas tanah dan dibawah tenda. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan kebahagiaan kebanyakan orang Indonesia yang mendengar pujian Raja Salman bukan?
Itulah keadaan sebenarnya yang kita alami di Indonesia, belum ada kata “bebas” untuk beribadah, diskriminasi dan sikap intoleransi masih banyak kita temui dimana-mana, pemerintahpun terkesan tidak menghiraukan persoalan ini.
Khusus di Aceh Singkil, biang kerok persoalannya adalah perjanjian 11 Maret 1979 yang mematok jumlah bangunan Gereja hanya 5 unit, tentu ini berbeda dengan semangat UU 1945 dan semangat persatuan dan kerukunan umat beragama, apalagi kalau kita lihat dari segi sisi Hak Azasi Manusia.
Terkadang, umat muslim di Aceh menyebut mereka sudah sangat baik dalam mewujudkan toleransi di daerah ini dengan alasan telah mengijinkan umat Kristen mendirikan tempat ibadah lebih dari jumlah yang ada di perjanjian 11 Maret 1979, bagi saya, itu adalah suatu kekeliruan, seharusnya standart acuan kita dalam menjaga kerukunan di seluruh tanah air haruslah berpatokan pada UUD 1945, bukan pada perjanjian semu yang tidak terakomodir dalam UU dan tidak terdokumentasi dalam arsip negara secara resmi.
Sayapun masih bertanya-tanya dalam hati, apakah ada kelompok yang merasa akan mendapat kesenangan atau lebih gampang mendapatkan tempat disurga dengan cara melarang orang lain beribadah kepada Tuhannya?
Sumber refrensi:

Periksa Apakah Anda MEMILIKI Tanda Huruf “M” di Telapak Tangan, Jika IYA Inilah Arti Psikologinya!!

tanda-m

Ilustrasi foto

KABARWEKO – Ada banyak orang yang mengklaim bahwa garis tangan berbicara banyak tentang kepribadian dan masa depan.

Ini mungkin bukan sesuatu yang baru. Tetapi apa yang Anda mungkin tidak tahu adalah, orang-orang dengan garis telapak tangan membentuk huruf M diklaim sebagai yang luar biasa.

Siapa saja yang memiliki garis tangan berbentuk M diyakini sangat berbakat, memiliki intuisi yang luar biasa. Dan mereka adalah pengusaha atau mitra bisnis yang hebat.

Jika Anda mencintai wanita dengan huruf M di telapak tangannya, jangan khawatir, karena mereka tidak akan berbohong kepada Anda!

Namun Anda tidak usah mencoba untuk berbohong kepada mereka. Karena mereka dapat dengan mudah mengungkapkan kebohongan dan kecurangan Anda.

Wanita dengan huruf M di telapak tangan mereka memiliki intuisi yang jauh lebih kuat dibandingkan pria. Dan bahkan jika kedua pasangan memiliki huruf M, intuisi sang istri masih lebih kuat.

Selain itu, orang dengan tanda ini di telapaknya, dengan mudah dapat menyesuaikan diri dengan situasi baru dan membuat perubahan yang diperlukan untuk berhasil dalam hidup mereka.

Mereka juga tahu kapan untuk menggunakan peluang yang mereka miliki.

Jika kita melihat dari dekat ke tradisi di banyak negara dan suku kuno, para nabi biasanya memiliki semacam tanda di telapak tangan mereka, terutama huruf M.

Jadi, jika Anda memiliki huruf ini pada telapak tangan, Anda harus tahu bahwa Anda mungkin orang spesial. Dan Anda harus menggunakan bakat dan keberuntungan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup.

Sumber : dream.co.id

Boaz Solossa Pensiun Setelah Timnas Indonesia Gagal Juara AFF

boaz-solossa-indonesia-thailand-aff-suzuki-cup-2016_1hyu0g8e6qpew1j3vhmqo513ye

Boaz Solossa (dok)

JAKARTA, (KW) – Keputusan mengejutkan diambil kapten Timnas Indonesia Boaz Solossa seusai final Piala AFF 2016, Sabtu (17/12/2016) di Stadion Rajamangala, Bangkok. 

Timnas Indonesia kalah 0-2 dari Thailand dan dipastikan hanya menjadi runner-up. Thailand juara dengan kemenangan agregat 3-2. Setelah laga selesai, kepada wartawan, Boaz mengucapkan kata perpisahan dengan Timnas Indonesia.

“Mungkin ini saatnya saya istirahat dan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain yang lebih muda. Melihat pencapaian di Piala AFF para pemain muda pantas diberi kesempatan lebih ke depannya,” kata Boaz Solossa.

Boaz menilai, pemain muda yang akan menggantikan perannya pada masa depan. Dia pun mengaku sudah cukup bermain di Piala AFF dan tanpa gelar.

“Mereka punya kemampuan untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia. Biarlah saya dan Beny Wahyudi, pemain tua mundur. Sudah dua Piala AFF saya bermain dan gagal memberikan gelar juara rasanya sudah cukup, saya akan pikir-pikir lagi soal membela timnas,” ucapnya.

Boaz Solossa tampil apik dalam Piala AFF 2016. Sebagai kapten, dia mampu memimpin rekan-rekannya yang memang didominasi pemain muda. Bintang Persipura Jayapura ini telah mencetak tiga gol untuk skuat Garuda.

Boaz juga memberi selamat kepada Thailand yang meraih gelar kelima mereka di Piala AFF 2016. “Mereka memang unggul secara permainan dan kualitas mereka di atas kami,” kata Boaz.

Boaz Solossa sudah membela Timnas Indonesia tiga kali dalam ajang Piala AFF, yakni pada 2004, 2014, dan 2016. (Sumber: jawapos)

Kasus Narkoba dan Kekerasan Anak Dominan di Papua Tahun 2016

14553225_191594147967752_3596819717790105600_n-660x330

Anak Papua (foto IST/Ali Rahman)

JAYAPURA, (KW) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua mencatat hingga ke penghujung tahun 2016 saat ini, kasus pidana di Papua lebih banyak didominasi kasus penggunaan narkoba.

Hal ini disampaikan Asisten Pidana Umum Kejati Papua, Harly Siregar, yang menjeleskan kondisi dan situasi di Papua sedang darurat narkoba.

Penyelundupan barang haram tersebut dari beberapa daerah di luar Papua dan negara tetangga seperti PNG diakui sulit dibendung aparat keamanan dan pemerintah sehingga timbul banyak kasus pidana narkoba.

“Jadi saat ini kita lihat penyebaran narkoba sudah mulai merata di seluruh Papua dan Papua Barat sehingga kasus narkoba ini bisa terlihat masih terus mendominasi kasus pidana umum yang ada di Papua dan Papua Barat,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (6/12/2016) kemarin.

Di sepanjang tahun ini, sebut Harly, pihaknya telah menangani lebih dari 1500 kasus pidana dan setelah dirinci jumlah kasus narkoba lebih dominan. Angka kasus narkoba tahun citrate sildenafil naturel hplc method ini juga diakui meningkat cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain narkoba, kasus lain yang cukup mengalami peningkatan pada tahun ini adalah kasus pidana kekerasan terhadap anak. Hal ini disebut dapat terjadi karena minimnya pengetahuan kekerasan terhadap anak di tengah masyarakat sehingga banyak anak-anak yang akhirnya menjadi korban.

“Untuk kasus kekerasan terhadap anak perlu untuk ditekan, sehingga jangan kasus seperti ini menjadi salah satu kasus yang tinggi dalam masyarakat,” paparnya.

Papua Barat Optimis jadi Keanggotaan penuh di MSG Pada Bulang Desember

dscn0250

Solidaritas untuk Papua, Foto ilst

JAYAPURA, (KW) – Ada rencana sedang terjadi untuk memastikan Papua Barat mendapat keanggotaan penuh dari MSG pada akhir tahun. Itu menurut juru kampanye lama untuk Papua Barat dan Vanuatu gerejawan Pastor Alan Nafuki.

Dia menerima briefing dari kursi MSG dan Kepulauan Solomon perdana menteri Manasye Sogavare pekan lalu sebagai KTT para pemimpin ditangguhkan untuk kedua kalinya. Sudah ada ketidaksepakatan di antara para pemimpin Melanesia lebih seat penuh di meja untuk Gerakan United Liberation untuk Papua Barat.

Pastor Nafuki mengatakan Sally Putaran pertemuan puncak sekarang ditetapkan untuk awal Desember dan keanggotaan penuh untuk West Papua akan seperti kue Natal untuk semua negara Melanesia. PASTOR ALAN NAFUKI: Telah diputuskan waktu berikutnya sekitar ketika puncak mengadakan pertemuan selama bulan Desember tahun ini, ada alternatif lain untuk membuat, untuk memastikan bahwa masalah Papua Barat, tawaran Papua Barat untuk menjadi anggota penuh MSG akan diberikan pada Desember. Terlepas dari apakah semua negara Melanesia tidak bersama-sama, yang tidak akan menghentikan pemberian Papua Barat keanggotaan penuh dari MSG.

SALLY ROUND: Mr Sogavare memiliki semacam rencana untuk ini?
AN: Pemimpin pemerintahan, mereka memiliki rencana mereka sendiri tapi saya akan berbicara atas nama masyarakat sipil dalam negara Melanesia seperti Kaledonia Baru, Vanuatu dan Kepulauan Solomon dan masyarakat sipil di Papua New Guinea dan juga di Fiji, bahwa kita sudah berjuang selama bertahun-tahun sekarang. Kami berharap untuk KTT yang sedang diselenggarakan, direncanakan untuk bulan Desember tahun ini.
SR: Pada pertemuan Anda dengan Mr Sogavare pekan lalu yang salah satu jalan dibahas tentang bagaimana, tanpa negara tertentu menghadiri. AN: Ia hanya diberitahu bahwa pertemuan itu dijadwalkan untuk Desember dan hal harus OK pada Desember karena meskipun mayoritas yang hadir, pertemuan itu akan terus menggenjot Papua Barat ke dalam keanggotaan MSG.

Untuk pemahaman saya apa yang perdana menteri dari Kepulauan Solomon mengatakan, saya pikir itu jelas dan itu bagus. Saya pikir saya puas dengan apa yang telah dikatakan dan saya sangat senang. Saya pikir beberapa orang pemerintah, mereka mencoba untuk meninjau kembali konstitusi MSG dan melihat opsi apa yang bisa mereka ambil terbaik untuk mengakomodasi Papua Barat.

Pemerintah Vanuatu meminta para pemimpin Vanuatu dan gereja di Vanuatu jika kita semua 100 persen mendukung, sehingga Anda tidak bisa menyangkal apa-apa dari pihak kami. Itu hanya akan melihat negara-negara lain. Tapi kita berharap dan kami memastikan bahwa kami perdana menteri Kepulauan Solomon dan Vanuatu benar-benar mengerti suara kita (tak terdengar). 100 persen dari orang-orang kami yang mendukung Papua Barat untuk datang dalam keanggotaan MSG dan juga untuk menentukan nasib sendiri dan tentu saja kemerdekaan. Kami telah berjuang untuk ini selama bertahun-tahun. Ini akan menjadi bantuan bagi saya. Ini akan menjadi prestasi lain yang akan menjadi bagian dari kue Natal untuk semua negara Melanesia.

Kapolri Sebut Dirinya yang Perintahkan Tangkap Direktur Narkoba Polda Bali

tito1

Tito karnavian

JAKARTA, (KW) – Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku, dirinya yang memerintahkan penindakan terhadap Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Franky Haryanto.

Ia mengatakan, perintah tersebut diturunkan begitu ia mendengar informasi adanya pemerasan oleh Franky terhadap tersangka kasus narkoba.

“Kasus yang ada di Bali adalah perintah saya kepada Divisi Propam untuk mengawasi secara internal,” ujar Tito di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Tito menegaskan bahwa dirinya tak main-main dengan pelanggaran internal anggotanya, terutama yang berkaitan dengan narkoba.

Tito telah menyusun kebijakan dan mengarahkan jajaran di bawahnya untuk memerangi narkoba.

Ia pun memerintahkan adanya evaluasi terhadap jajaran direktorat narkoba di tiap polda dan polres. Bahkan, setiap upaya penindakan yang dilakukan menjadi syarat untuk meningkatkan prestasi unit kepolisian itu.

“Yang tidak mengungkap perkara dalam waktu 100 hari, ini sisa satu bulan, saya akan berikan sanksi dan pindahkan,” kata Tito.

Sementara itu, polda yang berprestasi akan diberikan penghargaan. Seiring unit kepolisian berlomba-lomba meningkatkan prestasi, Tito memerintahkan Pengamanan Internal Divisi Propam (Paminal Divisi Propam) untuk melakukan pemantauan.

“Monitoring direktorat, mana yang kira-kira tidak melalukan kebijakan saya itu. Kalau ada yang main-mainkan kasus narkotika dan segala macam, saya bilang tangkap saja,” kata Tito.

Pemeriksaan terhadap Franky sampai saat ini masih berjalan oleh Paminal Divisi Propam. Analis Kebijakan Madya Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto, sebelumnya mengatakan, pemeriksaan sementara menunjukkan indikasi adanya pemerasan tersebut.

“Indikasi ke arah situ (pemerasan) sudah ada, sudah didapatkan, seperti pemerasan dan lain-lain,” ujar Rikwanto.

Franky diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah orang yang tercatat terlibat tujuh kasus narkoba di bawah 0,5 gram.

Selain melakukan pemerasan, Franky juga dilaporkan atas keterlibatannya dalam pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp 50 juta di brankas.

Setelah penangkapan oleh tim Propam Polri, penggeledahan dilakukan di ruangan Franky. Petugas juga memintai keterangan sejumlah staf Direktorat Narkoba di Polda Bali.

Ruhut: Aku Tetap Dukung Ahok. Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan pecat aku

ruhut1

Ruhut

JAKARTA, (KW) – Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku siap menghadapi segala risiko karena berbeda sikap dengan Partai Demokrat terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. 
Ruhut konsisten dengan keputusan mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Sementara Demokrat memutuskan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

“Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan pecat aku,” kata Ruhut saat dihubungi kompas.com, Jumat (23/9/2016).

Ruhut meyakini, keputusannya untuk mendukung Ahok-Djarot adalah yang terbaik. Pada akhirnya, ia meyakini Ahok-Djarot lah yang akan memenangi pertarungan meski harus menghadapi putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Aku tak pernah punya rasa takut bos. Aku bicara kebenaran,” ucap Anggota Komisi III DPR ini.
Namun Ruhut menegaskan, ia tak akan mengikuti langkah Boy Sadikin yang keluar dari PDI-P karena tak sejalan dengan keputusan partai.

Menurut dia, kasus dirinya dan Boy berbeda. Boy mundur karena berambisi menjadi Gubernur DKI, namun PDI-P memutuskan mendukung Ahok.

Sementara Ruhut sama sekali tak berambisi menjadi Gubernur DKI sehingga tidak perlu sakit hati dengan keputusan Demokrat mendukung Agus-Sylviana.

Ia hanya menyesalkan langkah Demokrat yang memilih Agus. Sebab, jika Agus kalah di DKI, maka karir politiknya akan tamat.

“Aku enggak kebayang kalau Agus kalah, dibunuh karirnya oleh partai yang aku banggakan,” ucap Ruhut.

Partai Demokrat memutuskan mengusung Agus-Sylviana Murni berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Sebelumnya, pasangan Ahok-Djarot sudah lebih dulu mendaftar ke KPU dengan diusung PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem.

Sementara itu, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera baru akan mengumumkan calonnya pada Jumat siang ini.

Ruhut sudah dinonaktifkan oleh Yudhoyono dari posisi Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat.

Dia mensinyalir pencopotan dirinya karena sejumlah elite Demokrat yang tak suka dengan keputusannya mendukung Ahok.(kompas.com)