Papua Barat Optimis jadi Keanggotaan penuh di MSG Pada Bulang Desember

dscn0250

Solidaritas untuk Papua, Foto ilst

JAYAPURA, (KW) – Ada rencana sedang terjadi untuk memastikan Papua Barat mendapat keanggotaan penuh dari MSG pada akhir tahun. Itu menurut juru kampanye lama untuk Papua Barat dan Vanuatu gerejawan Pastor Alan Nafuki.

Dia menerima briefing dari kursi MSG dan Kepulauan Solomon perdana menteri Manasye Sogavare pekan lalu sebagai KTT para pemimpin ditangguhkan untuk kedua kalinya. Sudah ada ketidaksepakatan di antara para pemimpin Melanesia lebih seat penuh di meja untuk Gerakan United Liberation untuk Papua Barat.

Pastor Nafuki mengatakan Sally Putaran pertemuan puncak sekarang ditetapkan untuk awal Desember dan keanggotaan penuh untuk West Papua akan seperti kue Natal untuk semua negara Melanesia. PASTOR ALAN NAFUKI: Telah diputuskan waktu berikutnya sekitar ketika puncak mengadakan pertemuan selama bulan Desember tahun ini, ada alternatif lain untuk membuat, untuk memastikan bahwa masalah Papua Barat, tawaran Papua Barat untuk menjadi anggota penuh MSG akan diberikan pada Desember. Terlepas dari apakah semua negara Melanesia tidak bersama-sama, yang tidak akan menghentikan pemberian Papua Barat keanggotaan penuh dari MSG.

SALLY ROUND: Mr Sogavare memiliki semacam rencana untuk ini?
AN: Pemimpin pemerintahan, mereka memiliki rencana mereka sendiri tapi saya akan berbicara atas nama masyarakat sipil dalam negara Melanesia seperti Kaledonia Baru, Vanuatu dan Kepulauan Solomon dan masyarakat sipil di Papua New Guinea dan juga di Fiji, bahwa kita sudah berjuang selama bertahun-tahun sekarang. Kami berharap untuk KTT yang sedang diselenggarakan, direncanakan untuk bulan Desember tahun ini.
SR: Pada pertemuan Anda dengan Mr Sogavare pekan lalu yang salah satu jalan dibahas tentang bagaimana, tanpa negara tertentu menghadiri. AN: Ia hanya diberitahu bahwa pertemuan itu dijadwalkan untuk Desember dan hal harus OK pada Desember karena meskipun mayoritas yang hadir, pertemuan itu akan terus menggenjot Papua Barat ke dalam keanggotaan MSG.

Untuk pemahaman saya apa yang perdana menteri dari Kepulauan Solomon mengatakan, saya pikir itu jelas dan itu bagus. Saya pikir saya puas dengan apa yang telah dikatakan dan saya sangat senang. Saya pikir beberapa orang pemerintah, mereka mencoba untuk meninjau kembali konstitusi MSG dan melihat opsi apa yang bisa mereka ambil terbaik untuk mengakomodasi Papua Barat.

Pemerintah Vanuatu meminta para pemimpin Vanuatu dan gereja di Vanuatu jika kita semua 100 persen mendukung, sehingga Anda tidak bisa menyangkal apa-apa dari pihak kami. Itu hanya akan melihat negara-negara lain. Tapi kita berharap dan kami memastikan bahwa kami perdana menteri Kepulauan Solomon dan Vanuatu benar-benar mengerti suara kita (tak terdengar). 100 persen dari orang-orang kami yang mendukung Papua Barat untuk datang dalam keanggotaan MSG dan juga untuk menentukan nasib sendiri dan tentu saja kemerdekaan. Kami telah berjuang untuk ini selama bertahun-tahun. Ini akan menjadi bantuan bagi saya. Ini akan menjadi prestasi lain yang akan menjadi bagian dari kue Natal untuk semua negara Melanesia.

Iklan

Ruhut: Aku Tetap Dukung Ahok. Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan pecat aku

ruhut1

Ruhut

JAKARTA, (KW) – Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku siap menghadapi segala risiko karena berbeda sikap dengan Partai Demokrat terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. 
Ruhut konsisten dengan keputusan mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Sementara Demokrat memutuskan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

“Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan pecat aku,” kata Ruhut saat dihubungi kompas.com, Jumat (23/9/2016).

Ruhut meyakini, keputusannya untuk mendukung Ahok-Djarot adalah yang terbaik. Pada akhirnya, ia meyakini Ahok-Djarot lah yang akan memenangi pertarungan meski harus menghadapi putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Aku tak pernah punya rasa takut bos. Aku bicara kebenaran,” ucap Anggota Komisi III DPR ini.
Namun Ruhut menegaskan, ia tak akan mengikuti langkah Boy Sadikin yang keluar dari PDI-P karena tak sejalan dengan keputusan partai.

Menurut dia, kasus dirinya dan Boy berbeda. Boy mundur karena berambisi menjadi Gubernur DKI, namun PDI-P memutuskan mendukung Ahok.

Sementara Ruhut sama sekali tak berambisi menjadi Gubernur DKI sehingga tidak perlu sakit hati dengan keputusan Demokrat mendukung Agus-Sylviana.

Ia hanya menyesalkan langkah Demokrat yang memilih Agus. Sebab, jika Agus kalah di DKI, maka karir politiknya akan tamat.

“Aku enggak kebayang kalau Agus kalah, dibunuh karirnya oleh partai yang aku banggakan,” ucap Ruhut.

Partai Demokrat memutuskan mengusung Agus-Sylviana Murni berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Sebelumnya, pasangan Ahok-Djarot sudah lebih dulu mendaftar ke KPU dengan diusung PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem.

Sementara itu, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera baru akan mengumumkan calonnya pada Jumat siang ini.

Ruhut sudah dinonaktifkan oleh Yudhoyono dari posisi Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat.

Dia mensinyalir pencopotan dirinya karena sejumlah elite Demokrat yang tak suka dengan keputusannya mendukung Ahok.(kompas.com)

HUT RI ada OPM Menyerah Ternyata Bohong, itu Pengungsi

opm palsu

ternyata mereka adalah rakyat sipil yang mengungsi – foto – googlee

JAYAPURA, (KW) – Legislator Papua, Deerd Tabuni menyatakan, kurang lebih 300 orang yang diklaim anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Puncak Jaya, pimpinan Goliat Tabuni kembali ke pangkuan NKRI pada peringatan HUT RI ke-71, 17 Agustus 2016 bukan OPM.

Ia mengatakan, kurang lebih 300 orang itu bukanlah anggota OPM pimpinan Goliat Tabuni. Tapi masyarakat dari Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, yang mengungsi pasca penyerangan Polsek Sinak lalu.

“300 orang yang disebut OPM turun gunung, itu pengungsi dari Sinak. Itu masyarakat biasa. Harus diingat, pada 2011 Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo menyatakan akan menurunkan 100 orang anggota OPM, tapi tidak jadi. 2013 tidak jadi. Jadi jangn disamaratakan. Jangan bermain dengan cara ini,” kata Deerd, Minggu (21/8/2016).

Sebagai anak dari wilayah pegunungan tengah, Deerd tak sudi masyarakatnya dijual untuk kepentingan pribadi.

“Ini proyek. Bawa nama-nama itu ke Jakarta untuk kepentingan pribadi. Panglima OPM di Puncak Jaya, Goliat Tabuni adalah bapa ade (paman) saya. Sebagai bagian dari kekuarga, saya harus menyampaikan agar tak ada salah paham. Mari bicara baik secara konperhensif untuk masalah Papua,” ucapnya.

Ia juga membantah beredarnya informasi beberapa waktu lalu yang menyebut panglima tertinggi OPM, Goliat Tabuni telah turun gunung. Deerd justru mempertanyakan itu Goliat Tabuni yang mana.

“Hingga kini Goliat Tabuni masih eksis. Belum pernah menyerah. Dia menyatakan akan tetap memperjuangkan ideologinya. Begitu juga Lekaga Telenggen di Yambi dan Militer Murib di Ilaga, belum pernah turun gunung. Mereka tetap bicara pada ideologi. Kalau ada yang bilang Goliat Tabuni menyerah, itu pembohongan publik,” katanya.

Katanya, ia tak menyalahkan atau mendukung pihak manapun, namun cara-cara seperti itu tak benar. Ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan demi berbagai kepentingan dengan cara tak benar.

“Hingga kini Goliat Tabuni dan anggotanya masih tetap eksis. Mereka bertahan dengan ideologinya karena itu harga diri. Mereka ingin penyelesaian masalah Papua secara konperhensif,” imbuhnya.

Diberitakan berbagai media beberapa hari lalu, ratusan anggota OPM wilayah Puncak Jaya kembali ke pangkuan NKRI tepat pada peringatan HUT ke-71 RI. Ratusan orang yang disebut OPM itu bahkan membacakan ikrar kesetian usai upacara peringatan HUT RI ke-71 yang dipimpin Bupati Puncak Jaya, Hencok Ibo di ibukota Kabupaten Puncak Jaya, Mulia.

“Pemda siap membantu mantan OPM sesuai kemampuan mereka. Kini ada beberapa mantan OPM yang jadi pengusaha kayu dengan bantuan peralatan dari pemda,” kata Hecok Ibo kala itu seperti dikutip dari berbagai media. ()

Sumber: http://tabloidjubi.com