Oktovianus Pogau, Dari Nabire sampai Washington DC

10842128_10205805044239180_2874594503402137679_o1-400x400

Alm: Oktovianus Pogau, Pendiri Suara Papua , Jurnalis yang cerdas dan kritis. Dia meninggal pada 31 Januari 2016. (Dok Suara Papua)

Oleh : Ruth Ogetay

KABARWEKO – Pertama kali saya ketemu Oktovianus Pogau, Juli 2009 di sebuah  pertemuan kecil para aktivis Papua di daerah Kalibobo, Nabire. Saya  sedang  liburan kuliah  dari Yogyakarta dan diajak seorang  sepupu buat dengar sebuah diskusi. Okto remaja 17 tahun, kesannya  cerdas. Dia  pakai baju  biru dan celana jeans.

Baca lebih lanjut

Iklan

5 Hal ini yang Membuat Anak Mudah Papua Sulit Bersaing di Indonesia

artikel

Kami percaya tidak ada manusia yang bodok, yang ada hanya manusia malas. Dan tidak ada pernah mendapat kesempatan. Disinilah meja politik

KABARWEKO – Percaya atau tidak generasi Papua saat ini hidup dalam situasi yang terobang-abing oleh badai politik yang menyerang Papua dari segala sisi. Situasi itu membuat mereka terus terpuruk dalam tekanan yang selanjutnya turut membunuh mental dan jiwa bersaingnya untuk maju dan menentukan masa depan yang layak.

Baca lebih lanjut

Boaz Solossa Pensiun Setelah Timnas Indonesia Gagal Juara AFF

boaz-solossa-indonesia-thailand-aff-suzuki-cup-2016_1hyu0g8e6qpew1j3vhmqo513ye

Boaz Solossa (dok)

JAKARTA, (KW) – Keputusan mengejutkan diambil kapten Timnas Indonesia Boaz Solossa seusai final Piala AFF 2016, Sabtu (17/12/2016) di Stadion Rajamangala, Bangkok. 

Timnas Indonesia kalah 0-2 dari Thailand dan dipastikan hanya menjadi runner-up. Thailand juara dengan kemenangan agregat 3-2. Setelah laga selesai, kepada wartawan, Boaz mengucapkan kata perpisahan dengan Timnas Indonesia.

“Mungkin ini saatnya saya istirahat dan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain yang lebih muda. Melihat pencapaian di Piala AFF para pemain muda pantas diberi kesempatan lebih ke depannya,” kata Boaz Solossa.

Boaz menilai, pemain muda yang akan menggantikan perannya pada masa depan. Dia pun mengaku sudah cukup bermain di Piala AFF dan tanpa gelar.

“Mereka punya kemampuan untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia. Biarlah saya dan Beny Wahyudi, pemain tua mundur. Sudah dua Piala AFF saya bermain dan gagal memberikan gelar juara rasanya sudah cukup, saya akan pikir-pikir lagi soal membela timnas,” ucapnya.

Boaz Solossa tampil apik dalam Piala AFF 2016. Sebagai kapten, dia mampu memimpin rekan-rekannya yang memang didominasi pemain muda. Bintang Persipura Jayapura ini telah mencetak tiga gol untuk skuat Garuda.

Boaz juga memberi selamat kepada Thailand yang meraih gelar kelima mereka di Piala AFF 2016. “Mereka memang unggul secara permainan dan kualitas mereka di atas kami,” kata Boaz.

Boaz Solossa sudah membela Timnas Indonesia tiga kali dalam ajang Piala AFF, yakni pada 2004, 2014, dan 2016. (Sumber: jawapos)

Kasus Narkoba dan Kekerasan Anak Dominan di Papua Tahun 2016

14553225_191594147967752_3596819717790105600_n-660x330

Anak Papua (foto IST/Ali Rahman)

JAYAPURA, (KW) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua mencatat hingga ke penghujung tahun 2016 saat ini, kasus pidana di Papua lebih banyak didominasi kasus penggunaan narkoba.

Hal ini disampaikan Asisten Pidana Umum Kejati Papua, Harly Siregar, yang menjeleskan kondisi dan situasi di Papua sedang darurat narkoba.

Penyelundupan barang haram tersebut dari beberapa daerah di luar Papua dan negara tetangga seperti PNG diakui sulit dibendung aparat keamanan dan pemerintah sehingga timbul banyak kasus pidana narkoba.

“Jadi saat ini kita lihat penyebaran narkoba sudah mulai merata di seluruh Papua dan Papua Barat sehingga kasus narkoba ini bisa terlihat masih terus mendominasi kasus pidana umum yang ada di Papua dan Papua Barat,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (6/12/2016) kemarin.

Di sepanjang tahun ini, sebut Harly, pihaknya telah menangani lebih dari 1500 kasus pidana dan setelah dirinci jumlah kasus narkoba lebih dominan. Angka kasus narkoba tahun citrate sildenafil naturel hplc method ini juga diakui meningkat cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain narkoba, kasus lain yang cukup mengalami peningkatan pada tahun ini adalah kasus pidana kekerasan terhadap anak. Hal ini disebut dapat terjadi karena minimnya pengetahuan kekerasan terhadap anak di tengah masyarakat sehingga banyak anak-anak yang akhirnya menjadi korban.

“Untuk kasus kekerasan terhadap anak perlu untuk ditekan, sehingga jangan kasus seperti ini menjadi salah satu kasus yang tinggi dalam masyarakat,” paparnya.

Papua Barat Optimis jadi Keanggotaan penuh di MSG Pada Bulang Desember

dscn0250

Solidaritas untuk Papua, Foto ilst

JAYAPURA, (KW) – Ada rencana sedang terjadi untuk memastikan Papua Barat mendapat keanggotaan penuh dari MSG pada akhir tahun. Itu menurut juru kampanye lama untuk Papua Barat dan Vanuatu gerejawan Pastor Alan Nafuki.

Dia menerima briefing dari kursi MSG dan Kepulauan Solomon perdana menteri Manasye Sogavare pekan lalu sebagai KTT para pemimpin ditangguhkan untuk kedua kalinya. Sudah ada ketidaksepakatan di antara para pemimpin Melanesia lebih seat penuh di meja untuk Gerakan United Liberation untuk Papua Barat.

Pastor Nafuki mengatakan Sally Putaran pertemuan puncak sekarang ditetapkan untuk awal Desember dan keanggotaan penuh untuk West Papua akan seperti kue Natal untuk semua negara Melanesia. PASTOR ALAN NAFUKI: Telah diputuskan waktu berikutnya sekitar ketika puncak mengadakan pertemuan selama bulan Desember tahun ini, ada alternatif lain untuk membuat, untuk memastikan bahwa masalah Papua Barat, tawaran Papua Barat untuk menjadi anggota penuh MSG akan diberikan pada Desember. Terlepas dari apakah semua negara Melanesia tidak bersama-sama, yang tidak akan menghentikan pemberian Papua Barat keanggotaan penuh dari MSG.

SALLY ROUND: Mr Sogavare memiliki semacam rencana untuk ini?
AN: Pemimpin pemerintahan, mereka memiliki rencana mereka sendiri tapi saya akan berbicara atas nama masyarakat sipil dalam negara Melanesia seperti Kaledonia Baru, Vanuatu dan Kepulauan Solomon dan masyarakat sipil di Papua New Guinea dan juga di Fiji, bahwa kita sudah berjuang selama bertahun-tahun sekarang. Kami berharap untuk KTT yang sedang diselenggarakan, direncanakan untuk bulan Desember tahun ini.
SR: Pada pertemuan Anda dengan Mr Sogavare pekan lalu yang salah satu jalan dibahas tentang bagaimana, tanpa negara tertentu menghadiri. AN: Ia hanya diberitahu bahwa pertemuan itu dijadwalkan untuk Desember dan hal harus OK pada Desember karena meskipun mayoritas yang hadir, pertemuan itu akan terus menggenjot Papua Barat ke dalam keanggotaan MSG.

Untuk pemahaman saya apa yang perdana menteri dari Kepulauan Solomon mengatakan, saya pikir itu jelas dan itu bagus. Saya pikir saya puas dengan apa yang telah dikatakan dan saya sangat senang. Saya pikir beberapa orang pemerintah, mereka mencoba untuk meninjau kembali konstitusi MSG dan melihat opsi apa yang bisa mereka ambil terbaik untuk mengakomodasi Papua Barat.

Pemerintah Vanuatu meminta para pemimpin Vanuatu dan gereja di Vanuatu jika kita semua 100 persen mendukung, sehingga Anda tidak bisa menyangkal apa-apa dari pihak kami. Itu hanya akan melihat negara-negara lain. Tapi kita berharap dan kami memastikan bahwa kami perdana menteri Kepulauan Solomon dan Vanuatu benar-benar mengerti suara kita (tak terdengar). 100 persen dari orang-orang kami yang mendukung Papua Barat untuk datang dalam keanggotaan MSG dan juga untuk menentukan nasib sendiri dan tentu saja kemerdekaan. Kami telah berjuang untuk ini selama bertahun-tahun. Ini akan menjadi bantuan bagi saya. Ini akan menjadi prestasi lain yang akan menjadi bagian dari kue Natal untuk semua negara Melanesia.

Kapolri Sebut Dirinya yang Perintahkan Tangkap Direktur Narkoba Polda Bali

tito1

Tito karnavian

JAKARTA, (KW) – Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku, dirinya yang memerintahkan penindakan terhadap Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Franky Haryanto.

Ia mengatakan, perintah tersebut diturunkan begitu ia mendengar informasi adanya pemerasan oleh Franky terhadap tersangka kasus narkoba.

“Kasus yang ada di Bali adalah perintah saya kepada Divisi Propam untuk mengawasi secara internal,” ujar Tito di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Tito menegaskan bahwa dirinya tak main-main dengan pelanggaran internal anggotanya, terutama yang berkaitan dengan narkoba.

Tito telah menyusun kebijakan dan mengarahkan jajaran di bawahnya untuk memerangi narkoba.

Ia pun memerintahkan adanya evaluasi terhadap jajaran direktorat narkoba di tiap polda dan polres. Bahkan, setiap upaya penindakan yang dilakukan menjadi syarat untuk meningkatkan prestasi unit kepolisian itu.

“Yang tidak mengungkap perkara dalam waktu 100 hari, ini sisa satu bulan, saya akan berikan sanksi dan pindahkan,” kata Tito.

Sementara itu, polda yang berprestasi akan diberikan penghargaan. Seiring unit kepolisian berlomba-lomba meningkatkan prestasi, Tito memerintahkan Pengamanan Internal Divisi Propam (Paminal Divisi Propam) untuk melakukan pemantauan.

“Monitoring direktorat, mana yang kira-kira tidak melalukan kebijakan saya itu. Kalau ada yang main-mainkan kasus narkotika dan segala macam, saya bilang tangkap saja,” kata Tito.

Pemeriksaan terhadap Franky sampai saat ini masih berjalan oleh Paminal Divisi Propam. Analis Kebijakan Madya Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto, sebelumnya mengatakan, pemeriksaan sementara menunjukkan indikasi adanya pemerasan tersebut.

“Indikasi ke arah situ (pemerasan) sudah ada, sudah didapatkan, seperti pemerasan dan lain-lain,” ujar Rikwanto.

Franky diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah orang yang tercatat terlibat tujuh kasus narkoba di bawah 0,5 gram.

Selain melakukan pemerasan, Franky juga dilaporkan atas keterlibatannya dalam pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp 50 juta di brankas.

Setelah penangkapan oleh tim Propam Polri, penggeledahan dilakukan di ruangan Franky. Petugas juga memintai keterangan sejumlah staf Direktorat Narkoba di Polda Bali.

Ruhut: Aku Tetap Dukung Ahok. Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan pecat aku

ruhut1

Ruhut

JAKARTA, (KW) – Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku siap menghadapi segala risiko karena berbeda sikap dengan Partai Demokrat terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. 
Ruhut konsisten dengan keputusan mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Sementara Demokrat memutuskan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

“Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan pecat aku,” kata Ruhut saat dihubungi kompas.com, Jumat (23/9/2016).

Ruhut meyakini, keputusannya untuk mendukung Ahok-Djarot adalah yang terbaik. Pada akhirnya, ia meyakini Ahok-Djarot lah yang akan memenangi pertarungan meski harus menghadapi putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Aku tak pernah punya rasa takut bos. Aku bicara kebenaran,” ucap Anggota Komisi III DPR ini.
Namun Ruhut menegaskan, ia tak akan mengikuti langkah Boy Sadikin yang keluar dari PDI-P karena tak sejalan dengan keputusan partai.

Menurut dia, kasus dirinya dan Boy berbeda. Boy mundur karena berambisi menjadi Gubernur DKI, namun PDI-P memutuskan mendukung Ahok.

Sementara Ruhut sama sekali tak berambisi menjadi Gubernur DKI sehingga tidak perlu sakit hati dengan keputusan Demokrat mendukung Agus-Sylviana.

Ia hanya menyesalkan langkah Demokrat yang memilih Agus. Sebab, jika Agus kalah di DKI, maka karir politiknya akan tamat.

“Aku enggak kebayang kalau Agus kalah, dibunuh karirnya oleh partai yang aku banggakan,” ucap Ruhut.

Partai Demokrat memutuskan mengusung Agus-Sylviana Murni berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Sebelumnya, pasangan Ahok-Djarot sudah lebih dulu mendaftar ke KPU dengan diusung PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem.

Sementara itu, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera baru akan mengumumkan calonnya pada Jumat siang ini.

Ruhut sudah dinonaktifkan oleh Yudhoyono dari posisi Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat.

Dia mensinyalir pencopotan dirinya karena sejumlah elite Demokrat yang tak suka dengan keputusannya mendukung Ahok.(kompas.com)